Rabu, 02 Desember 2015

Daftar Haji Reguler Part II-end

Wah, kemaren cerita dah sampai mana ya? Persyaratannya kalo ga salah. Ok, this is it..

Jadi setelah lengkap semua persyaratan, kita bisa langsung datang ke Depag, dalam hal ini, saya langsung meluncur ke Tubagus Angke, oya jangan lupa pakai baju dan kerudung yg sama dengan pas kita foto di luar itu yaa, nanti di depag kita juga difoto lagi, tapi tanpa biaya. Bisa aja sih dibantu sama pegawainya katanya (nguping ibu2 yang dianter sama yayasannya dimintai uang setelah foto) hehe..

Nah nanti kita dapet nomor porsi haji, yang harus kita laporkan ke bank tempat kita menabung (saya kembali ke BSM), dicek ulang hati2 per baris ya buu.. saya aja bisa 2x salah, untung si ibunya lagi ga bete, di print ulang. Jadi kesalahan ketik bisa karena pada awal pengisian form kitanya salah isi, atau si dia salah ketik, yah namanya juga manusia..

Di bank nanti kita serahin form, foto yg sama ukuran 3x4 satu lembar dan materai ke CS nya yaa. Nanti diproses deh, tabungan kita didebet sesuai dengan jumlah minimal kita bisa daftar haji, jreng jreng.. saldo tabungan saya tinggal salmin, haha.. setelah selesai kita diberi salinan untuk kita serahkan kembali ke depag dan salinan untuk kita simpan sendiri. Cap cus deh ke depag lagi, karena pengembalian form max 3 hari kerja yaa.

Done! tadaaa... "Baik bu, jadi estimasi keberangkatan ibu 17 tahun lagi yaa," kata si Ibu Depag. Oh ok, pikirku, saya pasti salah denger, maklum telinga kadang suka mendadak swasta. Beresin berkas dulu kedalam tas, lalu saya datengin si Bapak Depag, "Maaf pak, ini estimasi keberangkatan saya kapan ya Pak?"
"Coba bu saya lihat, 17 tahun lagi ya bu, tapi ke depannya bisa aja ada pengurangan kok." Oalaaahh, anak saya yang pertama udah lulus kuliah dan anak kedua udah sweet seventeen! Yaa mau gimana lagi, sabar aja deh, kalo udah ada panggilan mah, bisa aja lebih cepat dari jadwal, betul atau betul?? Oya, minta nomor telepon Depag nya ya, rajin2 tiap tahun telepon untuk tanya2 perkembangan, jadi kita ga usah dateng langsung untuk bertanya apakah ada diskon waktu tunggu, hehe..

Jadi pemirsa, begitulah perjalanan pendaftaran haji secara mandiri, moga bisa membantu, jadi ada bayangan what to do. Semoga kita semua berada dalam lindungan Alloh SWT, amin yra..

Sabtu, 03 Oktober 2015

Daftar Haji Reguler Part I

Menunaikan rukun Islam yang ke 5, siapa sih yang ngga mau? Alhamdulillah, setelah dimotivasi oleh mamah tercinta, saya membuka rekening tabungan haji di Bank Mandiri Syariah. Itu kurang lebih 2 tahun yang lalu. Emang punya duitnya? Ya engga laah, minimal saya udah punya niat, dengan setoran awal Rp 500.000, hehe.. Mamah pernah bilang, jika sudah di niatkan maka Insya Allah, ada jalan, ada rejekinya. Guess what, 2 th kemudian, uang di tabungan sudah mencukupi untuk daftar haji. Oya untuk info, saldo minimal untuk bisa daftar haji adalah Rp 25.100.000 (atau sesuai dengan ketentuan Depag, dimana untuk tahun 2015 ya segitu). Daftar dulu aja, kata mamah, toh pergi hajinya juga masih lama. Masih banyak waktu untuk melunasi biaya hajinya. Waktu pertama buka rekening, CS nya bilang, daftar haji itu dapat porsinya bisa 10 tahun kemudian. Apaah?? Itu jawaban ibu-ibu disamping saya saat dia mau buka tabungan haji juga. Lama sekali ya, kalo gitu saya tidak jadi buka rekening. Itu suara lanjutan si ibu-ibu sebelah. CS yang sedang menangani saya, hanya tersenyum dan bilang, tapi bu yang namanya panggilan kan kita tidak tau ya, siapa tau dalam proses menunggu itu bisa dipercepat, misalnya ada calhaj yang tidak jadi pergi karena sedang hamil, kan porsinya bisa diberikan pada calhaj dibawahnya. Siapa tau rejeki ibu ga akan selama itu. Saya hanya tersenyum, karena mikir, duitnya juga belom ada mba untuk melunasi biaya haji, hehe..

Kembali ke lap top, duit dah ada, sekarang waktunya daftar teman-teman. Ok, jangan sampe ada kejadian seperti yang saya alami ya. Jadi untuk daftar haji ke Departemen Agama itu ada dokumen-dokumen yang harus kita lengkapi. Pertama-tama, kita datang ke Bank tempat kita menabung ya, dalam hal ini saya ke Bank Mandiri Syariah untuk mendapatkan Foto Copy yang telah dilegalisir, yang menerangkan bahwa benar dana di tabungan kita sudah sesuai persyaratan untuk bisa mendaftarkan diri dan mendapat nomor porsi haji, Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH). Nanti sama CS nya akan dijelaskan tahapan2nya, dapat copyan syarat-syarat untuk mengurus pendaftaran ke Kementerian Agama (Depag). Oya ini daftarnya harus sesuai daerah di KTP ya, karena saya tinggal di daerah Jakarta Barat, maka Kementerian Agama Kanwil Jakarta Barat lah yang mengurusnya. Lokasinya di Jl. Perdana No.10 Kelurahan Wijaya Kusuma, Tubagus Angke Jakarta Barat. Oya, saya dikasih tips sama CSnya, untuk foto diluar aja, dan saat daftar, pakai baju yang sama dengan baju difoto. Memang di depag juga katanya difoto, tapi untuk prepare tidak ada salahnya. Foto dengan layar background putih, dicetak wajah 80%, perlengkapan peci untuk pria dan jilbab untuk wanita. Usahakan warna jilbab jangan putih ya buibu..

Dokumen yang dibawa ke depag sebagai berikut:
1. FC KTP yang masih berlaku
2. FC Akte Nikah/Akta Lahir/Ijazah (best akte nikah buat yang sudah nikah)
3. FC Kartu Keluarga
4. FC Rekening tabungan haji
5. FC Surat Kesehatan (golongan darah, tinggi berat badan) dari puskesmas tingkat kecamatan yaa.
6. FC Kartu Golongan Darah
7. Foto ukuran:
    3x4 = 10 lembar
    4x6 = 3 lembar
    Ketentuan foto, 80% wajah dan latar belakang putih (peci/jilbab/baju jangan warna putih)
8. Map diamond warna hijau no.5002  dua buah

Semua berkas di fotocopy 2 lembar, kecuali KTP di fotocopy 5 lembar. Dan difotocopy pada kertas A4.

Untuk fotocopy KTP, harus diperbesar, halaman depan dan belakang pada satu halaman, jadi seperti KTP segede setengah halaman dan bagian belakangnya dengan posisi di bawahnya KTP tampak depan. Untuk fotocopy akte nikah juga dijadikan satu halaman, atas bawah, halaman yang ada foto kita di atas, dan halaman kutipan akta nikah dibawahnya. Bawa semua berkas aslinya ya, ini untuk verifikasi oleh petugas. Semua berkas fotocopy tersebut dimasukkan dalam map hijau. Nanti di Depag kita diberi form yang harus kita isi, dan dimasukkan juga ke map hijau lainnya. So, we need 2 map hijau.

Untuk informasi tambahan, legalisir tabungan diusahakan waktunya tidak berjauhan dengan saat kita daftar ke Depag. Alias data terkini, tips dari saya sih, beresin dulu persyaratan semuanya kan syarat-syaratnya udah saya tulis di atas, dan terakhir kita minta legalisir dan scepatnya daftar ke Depag.

Catatan ini saya tulis, karena saya hampir kaya bola, bulak balik karena adaaaa aja yang salah, hehe.. Jadi agar calhaj lainnya tidak mengalami pengalaman saya yang penuh kesabaran, so.. i wrote this.

Jadi udah daftar dong saya? Hiyaaa, beloman... soalnya ga keburu waktunya, padahal loket dibuka dari jam 08.00-15.00 WIB. Berhubung saya datang pada hari Jumat, jadi saya to be continued di hari Senin nanti. Mamah saya sih bilang gini sambil ketawa-ketawa pas denger perjuangan anaknya, memang pergi haji itu penuh ujian, belom pergi aja, ujiannya udah macem-macem, terutama di uji kesabaran kita.. haha. Wish me luck yaa..

Selasa, 22 September 2015

Fashion Week

Nonton New York Fashion Week di tv, kok wajah para peragawan/peragawati aka model nya terlihat tanpa ekspresi ya? Apa udah jadi standar seperti itu? No ekspresion please..

Gaya fashion tiap kota ternyata beda2, rasanya aku lebih suka London Fashion Week, lebih ready to wear, manis, simple dan ga aneh2. Gue banget.. Sayangnya ga mungkin juga dipake, secara bukan baju untuk yang berhijab. Tapi tetep aja masih suka liatnya.

Kalo balik ke baju branded, emang ada harga ada rupa. Semuanya ujung2nya duit. Dijaman ekonomi yg sedang sulit seperti sekarang, berhemat amat sangat penting. Tapi bergaya juga penting dong, andai saja bisa menjahit kayanya tinggal beli bahan, potong pola dengan model yg kita suka, jahit deh! Keren.. Apalagi kalo bisa ngembangin jadi usaha, buat boutiqe misalnya, bener2 jadi ladang duit tuh..

Baju2 anak terutama anak perempuan, mahalnyaaa.. padahal kalo diliat2 kita bisa loh buatnya. Contohnya, rok tutu untuk bayi. itu bahan tilenya cuma 7K/m di Blok F Tanah Abang. Yah karena jauh, mungkin bisa ke Cipadu yg lebih dekat, harganya 15K/m. Kalo udah jadi, bisa 100K, padahal bahan yang dipake aja ga nyampe 1m. Ini peluang bukan sih??? Otak bisnis mulai jalan deh.

Jadi galau, mendingan belajar rias pengantin atau menjahit? Tapi kalo kata suami sih, baju siap pakai udah banyak bun. Sekarang jarang orang yang mau jahit bajunya sendiri, masuk akal sih. Tapi kalo usaha buat baju anak model rok tutu itu? hehe...

Semoga aja bayi di kandungan emang anak perempuan, jadi nanti praktek, baju2nya jahit sendiri. Udah bilang mamah sih mau pinjam mesin jahitnya. Sayang kan udah beli mahal2 ga permah dipakai sekalipun juga. Mendingan juga dipinjemins dah.. Usaha yooo, biar ga usah beli dulu. Hayooo semangat.. Siapa tau, dari hoby, bisa menghasilkan dan member lapangan pekerjaan buat orang lain.

First Time

Blog, bukan hal yang baru apalagi ini tahun 2015. Tapiii.. ini pertama kalinya aku memutuskan untuk membuatnya. Setelah resign dari kerja, setelah hamil anak kedua, dan setelah browsing cari info mengenai BPJS untuk melahirkan nanti. Ketemu Blog nya Fitrina Kamalia, yang amat sangat membantu. Say... why dont you do the same thing, to help people with your blog. Kembali menekuni menulis yang dulu sejak kecil aku senangi, jaman masa SMP dimana nulis diary (hehe, emang bisa dikategorikan tulisan ya?). Yah kupikir, blog ini hampir sama saja dengan jurnal harian, tempat sharing. Syukur-syukur dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Jam segini seharusnya ga mungkin banget bisa nulis panjang lebar, tapi momentnya, anak sedang ikut ayah dan neneknya ke kantor imigrasi. rumah kosong, dan aku sendirian gitu di rumah.. Masak sudah, tapi masak untuk jualan lagi males, haha.. Nonton drama Korea, kok rasanya belom nemu yang bagus, atau udah ga terlalu gila korea lagi mungkin. Ternyata bisa sembuh juga, haha..

Buat ibu rumah tangga kaya aku sekarang, mencari penghasilan tambahan kayanya udah bukan sesuatu yang asing lagi. Masalahnyaaaa.... sepertinya aku ga bakat dagang deh. Alergi sama MLM, karena menurutku MLM itu merugikan downline kita. terus, emang boleh gitu menurut syariat Islam?

Sewaktu masih kerja ada keinginan untuk ikut kerja sama tante yang perias pengantin, tapi karena si tante sibuk pisan, berarti waktu untuk belajar merias harus cari ditempat lain. Mulailah searching tempat-tempat kursus rias pengantin. Nyatanya sampai dengan 7 bln setelah resign aku belom mencoba daftar di manapun juga. Aku mentok di rambut palsu atau sanggul. Demi Allah, aku parno sama yang namanya sanggul. Terus emang waktu kawinan ga pake? Enggak, kan aku berkerudung, jadi ibunya cuma nambahin daun2 pandan yang dipotong2 gitu deh kedalam rambut yang dikasih semacam rambang (halah bahasa apa itu..) Oke,.. kalo gitu bisa dong merias pengantin hijab aja.. Bisa sih, ini karena males sama jauhnya tempat kursus atau biaya yang dikeluarkan ya? hehe..

Rejeki anak memang sudah diatur Yang Maha Kuasa, tapi kalo belom berusaha kok kayanya bodoh aja ya.. Mana pendidikan sekarang mahal, kesehatan juga mahal, biaya hidup juga mahal. Disini kadang antara idealisme, passion dan realita berbenturan. Terutama untuk ibu dengan dua anak. What a life.. Dinikmati sajalah..