Sabtu, 03 Oktober 2015

Daftar Haji Reguler Part I

Menunaikan rukun Islam yang ke 5, siapa sih yang ngga mau? Alhamdulillah, setelah dimotivasi oleh mamah tercinta, saya membuka rekening tabungan haji di Bank Mandiri Syariah. Itu kurang lebih 2 tahun yang lalu. Emang punya duitnya? Ya engga laah, minimal saya udah punya niat, dengan setoran awal Rp 500.000, hehe.. Mamah pernah bilang, jika sudah di niatkan maka Insya Allah, ada jalan, ada rejekinya. Guess what, 2 th kemudian, uang di tabungan sudah mencukupi untuk daftar haji. Oya untuk info, saldo minimal untuk bisa daftar haji adalah Rp 25.100.000 (atau sesuai dengan ketentuan Depag, dimana untuk tahun 2015 ya segitu). Daftar dulu aja, kata mamah, toh pergi hajinya juga masih lama. Masih banyak waktu untuk melunasi biaya hajinya. Waktu pertama buka rekening, CS nya bilang, daftar haji itu dapat porsinya bisa 10 tahun kemudian. Apaah?? Itu jawaban ibu-ibu disamping saya saat dia mau buka tabungan haji juga. Lama sekali ya, kalo gitu saya tidak jadi buka rekening. Itu suara lanjutan si ibu-ibu sebelah. CS yang sedang menangani saya, hanya tersenyum dan bilang, tapi bu yang namanya panggilan kan kita tidak tau ya, siapa tau dalam proses menunggu itu bisa dipercepat, misalnya ada calhaj yang tidak jadi pergi karena sedang hamil, kan porsinya bisa diberikan pada calhaj dibawahnya. Siapa tau rejeki ibu ga akan selama itu. Saya hanya tersenyum, karena mikir, duitnya juga belom ada mba untuk melunasi biaya haji, hehe..

Kembali ke lap top, duit dah ada, sekarang waktunya daftar teman-teman. Ok, jangan sampe ada kejadian seperti yang saya alami ya. Jadi untuk daftar haji ke Departemen Agama itu ada dokumen-dokumen yang harus kita lengkapi. Pertama-tama, kita datang ke Bank tempat kita menabung ya, dalam hal ini saya ke Bank Mandiri Syariah untuk mendapatkan Foto Copy yang telah dilegalisir, yang menerangkan bahwa benar dana di tabungan kita sudah sesuai persyaratan untuk bisa mendaftarkan diri dan mendapat nomor porsi haji, Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH). Nanti sama CS nya akan dijelaskan tahapan2nya, dapat copyan syarat-syarat untuk mengurus pendaftaran ke Kementerian Agama (Depag). Oya ini daftarnya harus sesuai daerah di KTP ya, karena saya tinggal di daerah Jakarta Barat, maka Kementerian Agama Kanwil Jakarta Barat lah yang mengurusnya. Lokasinya di Jl. Perdana No.10 Kelurahan Wijaya Kusuma, Tubagus Angke Jakarta Barat. Oya, saya dikasih tips sama CSnya, untuk foto diluar aja, dan saat daftar, pakai baju yang sama dengan baju difoto. Memang di depag juga katanya difoto, tapi untuk prepare tidak ada salahnya. Foto dengan layar background putih, dicetak wajah 80%, perlengkapan peci untuk pria dan jilbab untuk wanita. Usahakan warna jilbab jangan putih ya buibu..

Dokumen yang dibawa ke depag sebagai berikut:
1. FC KTP yang masih berlaku
2. FC Akte Nikah/Akta Lahir/Ijazah (best akte nikah buat yang sudah nikah)
3. FC Kartu Keluarga
4. FC Rekening tabungan haji
5. FC Surat Kesehatan (golongan darah, tinggi berat badan) dari puskesmas tingkat kecamatan yaa.
6. FC Kartu Golongan Darah
7. Foto ukuran:
    3x4 = 10 lembar
    4x6 = 3 lembar
    Ketentuan foto, 80% wajah dan latar belakang putih (peci/jilbab/baju jangan warna putih)
8. Map diamond warna hijau no.5002  dua buah

Semua berkas di fotocopy 2 lembar, kecuali KTP di fotocopy 5 lembar. Dan difotocopy pada kertas A4.

Untuk fotocopy KTP, harus diperbesar, halaman depan dan belakang pada satu halaman, jadi seperti KTP segede setengah halaman dan bagian belakangnya dengan posisi di bawahnya KTP tampak depan. Untuk fotocopy akte nikah juga dijadikan satu halaman, atas bawah, halaman yang ada foto kita di atas, dan halaman kutipan akta nikah dibawahnya. Bawa semua berkas aslinya ya, ini untuk verifikasi oleh petugas. Semua berkas fotocopy tersebut dimasukkan dalam map hijau. Nanti di Depag kita diberi form yang harus kita isi, dan dimasukkan juga ke map hijau lainnya. So, we need 2 map hijau.

Untuk informasi tambahan, legalisir tabungan diusahakan waktunya tidak berjauhan dengan saat kita daftar ke Depag. Alias data terkini, tips dari saya sih, beresin dulu persyaratan semuanya kan syarat-syaratnya udah saya tulis di atas, dan terakhir kita minta legalisir dan scepatnya daftar ke Depag.

Catatan ini saya tulis, karena saya hampir kaya bola, bulak balik karena adaaaa aja yang salah, hehe.. Jadi agar calhaj lainnya tidak mengalami pengalaman saya yang penuh kesabaran, so.. i wrote this.

Jadi udah daftar dong saya? Hiyaaa, beloman... soalnya ga keburu waktunya, padahal loket dibuka dari jam 08.00-15.00 WIB. Berhubung saya datang pada hari Jumat, jadi saya to be continued di hari Senin nanti. Mamah saya sih bilang gini sambil ketawa-ketawa pas denger perjuangan anaknya, memang pergi haji itu penuh ujian, belom pergi aja, ujiannya udah macem-macem, terutama di uji kesabaran kita.. haha. Wish me luck yaa..